Mamaibuk Sharing Anything,  MamaibukKnowsBest,  Parenting

Weaning (Kinan) With Love

Penyapihan, salah satu tahapan yang masuk 3 besar tahapan yg harus di highlight dalam milestone Kinan.

Karena proses ini (menurut saya) nggak bisa tanpa rencana. Harus direncanakan matang-matang dan dilakukan dengan teamwork. Lebay? Ya sudahlah haha

Setelah dari 0-24 bulan hampir selalu direct breastfeeding, kemudian harus menyapih, menghentikan mesra mesraan, peluk pelukan, ini saya sendiri agak merasa patah hati. Rasanya beda nggak kayak patah hati yg dulu *eh

Kalau nggak salah ingat, sejak kinan usia 18mo (atau mungkin sebelum usia itu tp lebih dari 12mo) saya udh mulai sounding dan beri kalimat-kalimat positif yang mengarah ke proses penyapihan.

Misalnya:

Kinan, sayangku, nanti kalo sudah 2 tahun, nen nya sudah yaa, Kinan minum gelas yaa okeee

Kinaaan, ini kan Kinan masih baby yaa ..bsk kalo udah 2 tahun, berati sdh jd kakak kecil. Nah kakak kecil tuh udh engga nen lhoo .. udah hebaaat mimik gelas

Dsb

Waktu itu saya sendiri jg nggak tau apa akan berhasil menyapih dg cinta ini (?) apa ya anaknya udh ngerti dikasih sounding spt itu. Yang penting berusaha dan berdoa dl, hasilnya nanti belakangan hahaha

semakin mendekati usia 2y, malah semakin “marah” kalau saya ingatkan tentang proses penyapihan. Dan malah semakin sering minta nen huhu emak jadi galau :((

Kinan sudah 2 tahun Horeee

Sampai akhirnya saya dan suami sepakat memanggil Kinan dengan “kak” dan “merayakan” ulang tahun Kinan dengan kue, lilin, kado, dan balon, biar jadi momentum untuk Kinan dan Kinan sadar kalau dia sudah 2 tahu

Kue ulang tahun Kinan yg dipesan dadakan hehe

Karena pas tanggal ulang tahun Kinan kebetulan ayahnya ada dinas di kantor yang kemungkinan kami nggak bisa ngumpul bareng buat “merayakan” ulang tahun Kinan, kemudian kami memajukan ulang tahun Kinan beberapa hari sebelumnya, toh anaknya juga blm ngerti tanggal hehe (maaf ya nak :*)

Tapi ternyata utinya kurang manteb, kurang sreg kalo nggak pas tanggalnya. Jadilah “diulang” lagi ulang tahunnya. Di sini saya mikir takut agak ngerusak pemahaman Kinan tentang ulang tahun ke dua. Jangan2 dia pikir ulang tahun itu bisa kapan aja, asal ada kue dan lilin (?) duh hahaha

Ternyata pakai moment ulang tahun masih belum cukup mempan. Sudah berkurang tapi kalau diingatkan atau disounding malah makin menjadi jadi minta nen nya huhu makin galau saya ini

Kebetulan ayah Kinan ada field school lumayan lama, sekitar 1 bulan dan waktunya memang cukup padat jadi beberapa kali di akhir pekan saya “istirahat” cari bala bantuan buat mengalihkan perhatian Kinan. Karena kalau mati gaya nggak ngapa-ngapain terus Kinan jadi minta nen huhu

Selama di rumah orang tua saya, beberapa kali saya pergi krn ada urusan dan memang nggak bisa bawa Kinan. Jadi Kinan bersama Uti Kung nya selama saya tinggal (sekitar 5-6 jam). Sambil berdoa juga siapa tau jadi lupa nen nya, jadi bisa membantu proses WWL ini.

Alhamdulillah nggak rewel selama saya tinggal, dan pas mau pergi pun saya pamit salim cium dadah dadah sama Kinan.

Tapiiiii ternyataaaa ketika saya pulang, malah Kinan makin nempel, makin intens minta nen huhu

Kemudian saya kepikiran, mencoba memposisikan diri jadi Kinan. Mungkin Kinan ini malah jadi insecure karena saya tinggal, jadi rasanya pengen nempel terus dan minta nen untuk mencari kenyamanan.

Dari situ, bismillah saya kemudian bertekad untuk nggak pakai cara ini. Saya malah makin sering ajak Kinan main, ngobrol, peluk cium, dan menunjukkan sayang secara verbal. Satu lagi, saya kembali ke rumah dan saya meyakinkan diri sendiri kalau proses penyapihan ini akan bisa kami lalui berdua 💪🏻💪🏻💪🏻

Alhamdulillah berangsur-angsur frekuensi nen semakin berkurang. Tidur malam Kinan sudah mulai bisa tanpa minta nen dan bisa tidur sepanjang malam. Pernah sesekali terbangun dan minta minum gelas/uht, nggak minta nen! Alhamdulillah

Kemudian mulai berkurang lagi, rutinitas nen ketika bangun tidur (pagi) juga mulai hilang. Diganti dengan minta cemilan atau minum gelas sendiri. Waaa terharuuuuu huhu

Eits, tunggu dulu. Ceritanya nggak semulus itu. Karena tiba-tiba Kinan g enak badan 🙁 Kinan mengeluh sakit perut terus dan poop nya encer tp bukan diare karena frekuensinya masih wajar (1-2x sehari)

Hari kedua, malah ditambah muntah juga :(((((

Hari ketiga, frekuensi muntah semakin sering.

Singkat cerita kami memutuskan untuk langsung bawa Kinan ke dokter di Jogja (saya akan menuliskan review dokter ini di postingan lain ya). Dari sana, ternyata kami tidak diberi obat, hanya beberapa resep kalau kondisinya memburuk, selebihnya kami diminta untuk memantau dan tetap menjaga asupan minum dan makan Kinan. Wah Alhamdulilah

Dan sepulang dari dokter Kinan langsung nggak muntah lagi, langsung minta makan nasi, dan dg porsi lumayan. Ini nggak ngerti kayanya emang ada anak-anak yg cuma pengen ketemu dokter aja. Jadi habis ketemu terus sembuh hahaha

Selama sakit kemarin, makanan dan minuman nggak banyak yg masuk, dan Kinan selalu minta gendong/peluk/usap2/ daaaaan nen. Saya nggak tega banget dan akhirnya mulai nen lagi. Ngulang lagi dari awal nih hahahaha

Wes nggak apa, namanya juga berproses hehe menenangkan diri sendiri x)

Setelah sehat saya mulai lagi sounding untuk penyapihan. Kali ini saya bertekad buat harus kuat dan fokus nemenin Kinan main dan mengalihkan perhatiannya. Kuncinya cukup makan, cukup tidur, dan cukup olshopan hahaha

Pernah baca di suatu artikel yang bilang kalau anak bayi itu pintar. Kalau mengajarkan sesuatu selama 5 hari secara konsisten, Insya Allah anak kita akan mengerti dan paham sendiri. Tapi melalui 5 hari itu rasanyaaaa wuaaaaaahhhh banget hahaha hari terasa panjang.

Untuk kasus Kinan, saya merasa lebih berat waktu menjelang tidur siang. Karena Kinan tidur malam lebih tenang dan sudah terbiasa tidak minta nen. Tapi kalau waktu siang harus sampai beneran ngantuk baru bisa tidur tanpa nen. Kinan termasuk yang lumayan teratur jadwal tidurnya, jadi kalau sudah waktunya dia biasa mengajak saya masuk ke kamar dan mengambil buku untuk dibacakan sebelum tidur siang. Hari 1-3 setiap tidur siang hampir selalu merengek minta nen, walau cuma sebentar. Saya nggak menolak, saya berusaha memberi penjelasan dulu, mengingatkan kalau Kinan sudah 2th dan sudah tidak perlu nen lagi. Yang perlu nen adalah baby. Tapi udah nangis duluan dia. Akhirnya minta peluk dan minta gendong. Kejadian seperti ini berulang selama hari 1-3 setiap siang dan berulang-ulang sampai Kinan merasa nyaman dan ngantuk jadi mau tidur di kasur.

Alhamdulillah hari ke 4-6 sudah nggak minta lagi. Tapi malah saya yg jadi mellow huhu bawaannya kalo tidur pengen sambil peluk peluk Kinan huhu Anak ini sudah tambah dewasa rupanya.

Alhamdulillah tahapan penyapihan Insya Allah sudah berhasil kita lalui ya, Nak. Sehat selalu anak Kinanku ..

anak Gadiskuuu huhu

Alhamdulillah, makasih anak Kinanku. Ibu loves youuu xoxxxxxxooooooxxxx ~

ky

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *