KonMari Journey

Shokyuu Intensive Class Batch 2: Task 1

Selama tiga bulan ke depan, sepertinya tulisan dalam blog saya ini akan sering diisi tentang perjalanan berbenah saya. Ya, karena saya mengikuti Shokyuu Intensive Class Batch 2 yang diadakan oleh KonMariIndonesia. 


Motivasi Berbenah

Motivasi saya untuk berbenah dengan metode konMari, adalah untuk merubah hidup, merubah mindset bagi saya, sama dengan merubah gaya hidup. Menjadi tidak konsumtif, dan berpikir berulang kali ketika akan membeli barang. Apakah barang tersebut benar-benar saya butuhkan, misalnya. Menghemat waktu mencari barang yang dibutuhkan dan beberes rumah tidak perlu setiap hari atau malah tidak terjadwal yang membuat pikiran dan hati jadi ikut ruwet. Karena saya sepakat dan meyakini bahwa rumah bukanlah tempat untuk menimbun barang. Rumah adalah tempat kita pulang, merasa nyaman dan sudah sewajarnya berisi hal-hal spark joy.

Pada dasarnya, jika dilihat sekilas, suasana rumah saya nampak baik-baik saja. Furniture seperlunya, dan hampir tidak ada barang yang berserakan di lantai. Namun, bila dicermati lagi, hampir di setiap laci, dan storage box tidak rapi sama sekali. Setiap akan mencari barang harus mengeluarkan barang lainnya, dan cukup memakan waktu. Laci di meja make up saya misalnya, semua skincare dan peralatan saya masukkan di sana. Sebut saja sisir, kapas, hair dryer, catokan rambut, jam tangan, skincare, parfum, softlens, jarum dan peniti untuk hijab, amplop, apapun itu saya yakin ada di sana semua. Namun ketika saya membutuhkan sesuatu, terutama yang berukuran kecil, saya harus “mengacak-acak” isi laci saya yang memang sudah berantakan. Hal ini juga terjadi dalam tas saya. Saya hampir selalu kesulitan mengambil barang di dalam tas atau dompet saya. Bahkan, pernah suatu kali saya sampai kesulitan membuka dompet kerena isinya terlalu penuh dengan receipt, aneka tiket, karcis, dan kartu (baik ATM, kartu berobat dan kartu member di beberapa tempat perbelanjaan).

Kalau kata suami saya, hal seperti itu (rapi dari luar, berantakan di dalam) atau bisa rapi, namun tidak dapat bertahan lama adalah permasalahan kebanyakan rumah. Nah, saya tidak ingin lagi sama dengan “kebanyakan” rumah. Bismillah

Begitu juga storage box tempat saya menyimpan mainan dan boneka milik anak saya. Belum lagi perlengkapan watercolor milik saya yang saya masukan dalam satu kantong kemudian saya letakkan di keranjang yang setiap kali saya akan mengambil kuas atau cat saya harus mengeluarkan seluruh isi kantong tersebut. Sangat melelahkan, dan sedikit banyak sudah merubah mood saya ketika akan memegang kuas lagi.

Oleh karena itu, saya ingin rumah saya rapi luar dalam sehingga mudah menemukan barang sekalipun di dalam lemari, laci ataupun storage box. Plus, dapat mempertahankan kerapian rumah.

Saya dapat menyingkirkan barang-barang yang tidak sparks joy dan meninggalkan masa lalu. Hal ini juga saya yakini dapat membawa dampak positif lainnya dalam hidup saya. Mungkin agak berlebihan, namun itu adalah motivasi saya. Kalau boleh berharap lagi, dengan menerapkan metode KonMari dan dikelilingi barang-barang yang spark joy, saya juga dapat menularkan hal positif dengan orang-orang di sekitar saya.

Imagine and visualize my ideal lifestyle

Rumah, bagi saya dan suami adalah tempat untuk pulang, menjadi diri sendiri, dan sebagai tempat untuk melakukan kesenangan atau hobi masing-masing. Kami juga ingin rumah kami mencerminkan jati diri keluarga kami. Rumah yang simple, dengan warna-warna earth tone yang timeless dan netral sehingga memberi kesan lapang dan luas. Bagi kami, tidak perlu memiliki bangunan rumah yang terlalu luas, namun memiliki halaman adalah salah satu syarat karena suami tertarik dengan tanaman dan warna hijau yang segar dari pohon dan tanaman menimbulkan spark joy bagi kami.

1. Saya ingin tas yang biasa saya bawa bepergian isinya tertata rapi dan mudah menemukan barang yang saya butuhkan di dalamnya. Saya ingin setiap hari mengosongkan tas saya, mengeluarkan barang-barang di dalamnya dan meletakkan di suatu tempat khusus.

img_9810
Pic Source: Pinterest

2. Saya ingin isi dalam lemari, dan laci-laci tertata rapi sehingga tidak hanya terlihat rapi dari luar saja, namun juga rapi dan tertata di dalamnya

3. Saya ingin lebih sering dan rutin me time di rumah, yaitu dengan membaca buku, atau belajar watercolor dan handlettering. Menyimpan peralatan di tempat yang mudah dijangkau dan terlihat.

4. Saya ingin lebih banyak quality time dengan anak saya, membuat permainan-permainan sederhana dengan anak saya tanpa harus membuat printilan lain ikut berantakan.

5. Saya ingin lebih sering memasak dan mencoba resep baru, serta dapat membuat bekal untuk suami saya dengan dapur dan isi kulkas yang tertata rapi dan menerapkan food preparation.

6. Saya ingin rumah yang nyaman, lapang dan ramah anak. Anak saya bisa bermain dengan aman dan bereksplorasi di dalam rumah.

7. Saya ingin hidup sederhana, secukupnya, dan seperlunya. Mengurangi kebiasaan konsumtif, lapar mata, dan godaan menambah barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Time Schedule

Jadwal target untuk menyelesaikan proses berbenah seperti yang saya jabarkan di atas, akan menyesuaikan dengan program/kurikulum Shokyuu Class batch 2 yang berlangsung selama 3 bulan (Juli-September 2018). Saya coba membuat time schedule dalam bentuk grafis sederhana untuk memudahkan saya menyelesaikan target.

img_9842
Time Schedule Kartikaninggar



Selebihnya, tinggal berdoa semua bisa lancar dan berjalan sesuai jadwal, target dan ekspektasi hehehe

Bismillahirahmanirrahim. Wish me luck! 

love, ky

#ShokyuuClass
#ShokyuuTask1
#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#konmarimethod
#menatadirimenatanegeri
#ShokyuuClassBatch2
#ShokyuuClassB2G5
#ShokyuuB2G5Task1
#SparkJoy

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *