KonMari Journey

Shokyuu Intensive Class Batch 2: Task 10 – Love Letter (Tidying With Kids)

24 September 2018

Lepas Isya, mengetik surat ini sambil

duduk di sebelah Kinan.

 

Halo, Kinan sayangku!

Ibu nggak sedang bercanda waktu menulis surat ini untukmu. Ibu tahu betul, bahkan ibu yang paling tahu sampai di mana kemampuan calistung Kinan sampai hari ini.

 

Ibu menulis surat ini waktu usia Kinan belum genap 3 tahun. Entah kapan nanti Kinan bisa membaca surat ini, bukan masalah buat ibu. Tujuan ibu menulis surat ini selain karena kewajiban mengerjakan task, juga sebagai pengingat ibu, tentang betapa pentingnya melakukan perubahan kecil yang bisa berdampak besar untuk kehidupan kita, dan untuk Kinan nantinya.

 

Maaf ibu langsung ke inti surat ini. Terlalu banyak yang ingin ibu sampaikan, nak, kalau tidak begitu nanti bisa-bisa surat pendek ini jadi novel.

 

Sayangku yang kecil, ibu ini bukan ibu yang rapi dan teratur. Kinan pasti sering melihat itu menaruh jilbab dan cardigan sembarangan, sekenanya saja. Kinan juga pasti sudah hafal bagaimana ibu asal-asalan memasukkan barang dan pernak-pernik di laci. Belum lagi kebiasaan buruk lain yang membuat berantakan, tidak nyaman, dan juga jadi mempengaruhi suasana di rumah kita. Semua tadi jangan ditiru, sayangku. Sekali lagi, jangan Kinan tiru.

 

Permata hatiku, ibu ini egois sekali kalau berharap Kinan jadi anak yang baik, tapi ibu sendiri tidak menjadi contoh yang baik. Maaf. Kalau ada kata lain yang bisa mewakili perasaan ibu, ibu sudah menuliskan di sini, sayang. Maaf untuk belum menjadi contoh dan teladan yang baik untuk Kinan. Maaf untuk hal-hal tidak yang terpaksa Kinan saksikan dan alami karena kebiasaan ibu yang buruk.

 

Beruntung Ibu bisa belajar dari banyak orang yang lebih paham, ibu kemudian sadar kalau memang rumah yang rapi dan barang yang minimalis adalah kunci kesederhanaan dan kebahagiaan. Setidaknya segala kegiatan kita dimulai dari rumah. Bahkan kita berdua, nak sebagian besar waktu kita habiskan di rumah. Kemudian ibu belajar lebih serius lagi, ibu membuka mata lagi dan menemukan banyak sekali hal ajaib yang bisa kita peroleh dari rumah yang bersih, rapi dan barang yang minimalis, kak.

 

Waktu. Iya, salah satunya adalah waktu kita jadi seolah bertambah banyak. Tidak perlu lagi membuang waktu mencari barang di antara tumpukan barang lain. Sepele tampaknya, nak. Tapi dari hal sepela itu ternyata berdampak besar buat keseharian kita.

 

Yuk kak, bareng-bareng kita teruskan disiplin dan kebiasaan baik lalu kita tinggalkan dan buang jauh-jauh segala hal yang buruk. Pasti butuh waktu dan proses kak, tapi ibu tidak keberatan kalau itu untuk kebaikan Kinan. Jadikan rumah kita ini tempat yang nyaman untuk kita, tempat Kinan selalu pulang dewasa kelak.

 

P.S

Tolong, ingatkan ibu kalau ibu menaruh jilbab dan cardigan sembarangan (lagi), ya!

 

Peluk dan cium

sebanyak-banyaknya,

xxxxoooxxxx

 

 

 


Minggu lalu materinya nyenggol soal anak, dan task juga berhubungan soal anak. Menarik, tapi bikin baper yaaa huhu

Task 10 adalah membuat love letter, yang ditujukan pada anak. Tapi bisa juga ditujukan pada orang terdekat lain. Saya memutuskan menulis untuk anak saya, karena ini jadi semacam pengingat yang sangat efektif bagi saya hehehe

 

Love, ky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *