KonMari Journey

Shokyuu Intensive Class Batch 2: Task 13 – The Last Task

The last task, Yeay!

Meski task terakhir, tapi masih ada dua minggu yang penuh dengan materi suplemen pendukung yang padat dan berisi juga. Kenyaaang!

Dua minggu terakhir ini juga kami mash diberi kesempatan untuk mengumpulkan task yang (kalau masih) terlewat. Baiknyaaa Tim Gemar Rapi. luv!


Task terakhir ini kami ditugaskan untuk menjawab sejumlah pertanyaan dari tim Gemar Rapi. Judul tasknya: How do you feel? Aduh udah mau sedih aja karena jadi makin dekat sama akhir kelas, makin dekat dengan wisuda juga. Senang tapi sedih juga. Senang karena akhirnya selesai, dan bisa menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, Alhamdulillah. Sedih, karena (mungkin) harus berpisah dengan teman-teman sekelas dan mbak Nurul, fasilitator di kelas kami (Grup 5). Karena di kelas walaupun kelasnya kadang rameeee banget, tp juga kadang bisa sepiiii banget ini teman-teman saling support satu sama lain, jadi makin semangat berbenahnya. Terus juga banyak ilmu dan pengalaman yang saling dibagikan di kelas. Belum lagi bonusnya tambah teman dan relasi, meski masih sebatas interaksi di dunia maya.

Apakah sesuai ekspektasi?  Materinya gimana?

Saya sudah punya jawaban untuk pertanyaan ini, bahkan sejak materi pertama. Kenapa? Karena udah kagum-kagum sendiri aja sama sistemnya, sama cara mengorganisir kelas dan membagi kelasnya. Dari awal berhasil mendaftar aja saya sudah tenang banget, santai aja nggak khawatir kalau kelewat atau gimana, karena ya yakin aja ini pasti udah mateng sistemnya.

Jadi, jelas bagi saya, Shokyuu Class ini di luar ekspektasi saya. Dari penjelasan jadwal, materi, dan juga ada Shizuka Ni (waktu istirahat segala aktivitas di grup waktu akhir pekan). Wow! Ini dipikirin banget semua muanya loh!

Jadi grup teratur dan nggak selalu ramai, karena ada peraturan dari tim pusat. Materinya juga sangat detail, pertanyaan dari kami DIJAWAB SEMUA! SEMUA! Tentu dengan jadwal yang sudah disepakati.

Pas di awal saya tahu sistemnya seperti ini, makin takjub, ini rapinya nggak cuma perkara barang-barang fisik saja, tapi sampai ke hal kecil semacam mengelola jadwal, kalimat-kalimatnya juga jadi terasa rapi dan enak dibaca.

 


Gimana rasanya setelah berbenah?

(Dibandingkan sebelum ikut shokyuu class)

Kurang lebih dua ilustrasi itu yang menggambarkan perasaan saya sebelum dan sesudah berbenah. Dari yang rasanya berada di kegelapan, sumpek, ruwet dan penuh, jadi lebih terang dan legaaaaaaa! *dan capek juga x)


Apakah ideal lifestyle sudah mulai tampak di depan mata?

Sampai saat ini, saya sudah merasa perubahan, dari yang terlihat sepele tapi ternyata ngaruh banget ke mood seharian: nyari barang atau baju.

Nggak lagi buang-buang waktu karena semua sudah punya rumah masing-masing dan lebih “terlihat”. Meski banyak kategori yang belum punya “rumah tetap”, tapi di rumah sementara nya ini juga saya berusaha mempertahankan semaksimal mungkin.

Kemudian rasa ingin menimbun itu pelan-pelan menghilang. Malah setelah membuang jadi rasanya lebih ringan dan bahagia. Karena, sayang aja gitu usaha dari awal masa mau diulang lagi gara-gara menimbun kardus atau packaging barang yang lucu, atau menyimpan barang yang “siapa tau kapan-kapan diperlukan”. Karena kapan-kapan itu bisa saja tidak pernah terjadi, maka saya memilih untuk menyingkirkannya. hehe

Kalau boleh menggunakan angka, saya merasa sudah mencapai 5,7/10 dari ideal lifestyle saya. Setengah jalan, lebih sedikiiiiiit banget. Belum sempurna dan masih pengen terus memperbaiki untuk bisa benar-benar mencapai ideal lifestyle saya. Ingat sendiri kalau pasang kesempurnaan sebagai target. hihi

 


The last but not least,

Teruntuk mbak Nurul,

Menjelang akhir kelas ini, kalau boleh menyampaikan sesuatu pada mbak Nurul, sebagai fasil di grup 5 rasanya duh mbak, kok jadi mellow yaa x(

Saya nggak kenal dengan mbak Nurul secara personal, dan belum pernah berkomunikasi sebelumnya, tapi rasanya enak dan bebas aja ketika ngobrol. Kebetulan saya membantu sebagai ketua kelas di grup 5, jadi cukup banyak berinteraksi dan minta bantuan mbak Nurul.

Waktu awal-awal dan kelas masih sepi, saya panik dan langsung menyerbu mbak Nurul lewat chat pribadi, langsung mak wus diberondong chat isinya duh gimana duh gimana. Panique!

Takut kelasnya nggak jalan dan merasa bersalah aja sebagai ketua kok nggak bisa menghidupkan kelas. Eh tapi, balasan mbak Nurul adem banget, kalem banget, dan saya malu sendiri x))))

Mbak Nurul juga yang selalu support kami, dan saya pribadi juga merasa banyak dapet support dari Mbak Nurul. Dari pertama mau jadi ketua, kemudian belajar jad moderator kelas, sampai akhirnya ikut ke pertukaran pelajar ke grup 1, ya karena disemangatin Mbak Nurul.

Terus mbak Nurul juga menyampaikan lewat kelas ini, dengan belajar jadi ketua, bisa banyak manfaat yang aku dapat, bisa mengenal teman-teman dan kepribadiannya, kemudian juga bisa belajar untuk membagi waktu kapan saatnya screen time.

Paling tersentuh aku ketika mbak Nurul mengingatkan salah satu dari teman yang sedang masuk kelas tapi sambil “digangguin” si kecil. Ingat betul saya mbak Nurul bilang: “Nggak apa, silakan diberikan dulu hak nya si kecil, mbak.”

Karena mayoritas anggota grup adalah ibu-ibu, jadi di kelas juga memang sering diskusi seputar anak. Kami saling memahami dan memaklumi satu sama lain. Ahh tuh kan mbak, aku terharu.

Karena jauh, dan baru bisa terhubung lewat dunia maya, boleh ya mbak, aku berikan (gambar) bunga ini untuk mba Nurul. Aku yang gambar sendiri, sudah lama, karena belum sempat gambar lagi. Niatnya pengen gambar lagi nanti aku update setelah jadi gambarnya, ya mba x) sekarang ngejar deadline dulu wkkk.

Peluk jauh mbak Nurul. Terima kasih, matur nuwun, Mbakku. luv!

 

Ky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *