Mamaibuk Sharing Anything,  Parenting,  Tips

Parenting: Hari Pertama Sekolah Tanpa Drama

Halo halooo! Lama sekali rasanya tidak membuat postingan lagi haha Saya kembali lagi, semoga bisa lebih teratur lagi updatenya, ya! Di postingan ini, saya akan menuliskan cerita seputar sekolah Kinan, plus minusnya sekolah di usia Kinan menurut saya, dan juga gimana cara meminimalisir drama masuk sekolah, here we go!

Ohya, saya tidak akan menyebutkan nama sekolah Kinan di sini ya. Bagi yang membutuhkan info bisa email atau DM di Instagram saya. Thank you!


Sudah satu bulan ini, Kinan ikut trial di PAUD. Karena usianya belum genap 3 tahun, jadi masih masuk Kelompok Bermain alias Playgroup. Di sekolah ini, Kelompok Bermain terbagi jadi 3 kelas, kelas pertama untuk anak-anak usia 2,5-3 tahun, kelas kedua untuk usia 3-3,5 tahun, dan kelas ketiga untuk usia 3,5-4 tahun, atau untuk anak-anak yang sudah siap masuk ke Taman Kanak-Kanak.

Meski dalam satu gedung, dan satu yayasan, namun ternyata manajemen sekolah ini terpisah. TPA (Tempat Penitipan Anak) dan Kelompok Bermain dalam satu naungan, dan Taman Kanak-Kanak terpisah. Terus pengaruhnya apa? Bagi saya, ini informasi yang cukup penting dan perlu kita ketahui. Jadi tahu bagaimana alur ketika ada keperluan yang berhubungan dengan lembaga, misalnya, jangan sampai salah sasaran menyampaikan ke TK, atau sebaliknya.

 

Awal Oktober lalu, Kinan mulai trial di sekolahnya. Terus gimana? Yaudah biasa aja, Alhamdulillah tanpa drama nangis atau klayu kami. Waktu itu saya sengaja memilih hari Sabtu untuk hari pertama masuk sekolah Kinan. Supaya ayahnya bisa ikut mengantar dan menemani hari pertama Kinan sekolah.

Karena memang sudah nggak sabar banget, jadi ya bangun pagi langsung semangat mandi, siap-siap dan sarapan! Alhamdulillah. Selanjutnya minta diantar sekolah naik sepeda motor aja. Bertiga boncengan ke sekolah, ketemu kepala sekolah, terus diantar ke kelasnya, kenalan sama bu gurunya, dan yaudah, langsung ikut aja sama bu guru di kelas main sama teman-teman barunya.

Malah saya dan ayah Kinan yang jadi kikuk dan mati gaya, nggak tega mau ninggal tapi harus tetap ditinggal, karena sudah di sounding jauh-jauh hari juga soal bagaimana situasi di sekolah nanti. Hari Sabtu juga relatif lebih singkat waktu belajarnya hanya sampai jam 10. Sedangkan hari Senin-Kamis Kinan sekolah sampai jam 12.

Pulang sekolah, happy banget! Tapi ngantuk parah haha Dapet laporan dari gurunya kalau Kinan suka sekali dibacakan buku cerita, sampai-sampai pengen dibawa pulang bukunya. Kin, ini namanya malak haha

Alhamdulillah lega banget bisa melalui hari pertama sekolah tanpa drama. Terima kasih anak baiknya mamaibuuuk. xxoo

Hari Pertama Kinan Masuk Sekolah

Dari pengalaman itu, saya kemudian ingin berbagi lebih panjang lebar lagi, lewat postingan ini hehe semoga bermanfaat, yaa.

(Belum 3 Tahun) Kenapa Sekolah?

Waktu pada tahu Kinan mulai trial, terus muncul pertanyaan semacam itu. “Kenapa kok sekolah?” Lah, memperoleh pendidikan adalah hak segala bangsa, kan? Lol. Nggak deng, aku paham kok, maksudnya kenapa kok usia segitu udah disekolahin, toh aku juga di rumah aja. Kemudian timbul berbagai asumsi, jangan-jangan hamil lagi, jangan-jangan aku mau kerja, jangan-jangan biar bisa leha-leha di rumah, dan jangan-jangan lainnya.

Jadi, awalnya saya dan ayah Kinan sepakat untuk mulai memasukkan Kinan ke sekolah pas di usia Kinan 3 tahun nanti. Kami sudah survey, dan di playgroup, bisa menerima murid baru di tengah tahun ajaran. Jadi, Kinan bisa daftar kapan saja, nggak harus nunggu tahun ajaran baru. Tapi, Kinan sudah kadung minta sekolah terus, dan terlihat konsisten serta sungguh-sungguh. Kemudian kami buat kesepakatan, Kinan boleh sekolah, dengan beberapa syarat, yaitu:

  1. Lulus toilet training
  2. Nggak ngenyot jempol lagi (Kinan masih suka ngenyot jempol soalnya huhu)
  3. Umur tepat 3 tahun

Alhamdulillah beneran semangat dan bisa lulus toilet training sebelum umur 3 tahun. Karena sudah janji, maka kami cari info untuk mulai trial dulu.

Kedua, yup! Saat itu, saya sedang dalam proses rekrutmen. Saya akhirnya memutuskan untuk bekerja. Meski belum pasti lolos dan keterima, tapi ya semua butuh rencana. Dan saya nggak mau semata-mata menyekolahkan Kinan karena saya bekerja, meskipun memang bekerja jadi salah satu pertimbangan untuk menyekolahkan Kinan.

Soal usia “siap sekolah” ini balik lagi ke masing-masing orang tua dan anaknya yaa. Karena kesiapan masing-masing anak dan orang tua berbeda, jangan disamain, jangan dibandingin.

 

Pertimbangan Memilih Sekolah

Awalnya sempat bingung juga. Mengingat sekarang jadi makin banyak sekolah yang menarik dan menawarkan berbagai kurikulum yang terbaik. Pertimbangan pertama adalah mau sekolah di dekat rumah, atau di dekat kantor (masih calon waktu itu). Keduanya ada plus minusnya. Sekolah di dekat kantor, lebih nyaman di hati dan lebih dekat kalau jemput Kinan. Waktu bareng Kinan juga jadi lebih lama. Terus bisa main ke sekolahnya kalau pas luang atau jam istirahat. Tapiii, saya harus siap berangkat lebih pagi, karena jarak rumah-kantor sekitar 45 menit, dan opsi pertama harus siap bawa mobil setiap hari. Meski udah cukup sering naik mobil berduaan sama Kinan, tapi untuk jarak cukup jauh kami belum pernah berduaan. Udah panik duluan saya mah! Belum lagi pertimbangan biaya transportnya! Haha

Sekolah di dekat rumah juga ada plus minusnya. Karena dekat rumah, saya besok-besok bisa sedikit santai nge-drop Kinan dulu, baru berangkat kerja. Tapi, ya karena jaraknya jauh dari kantor, saya nggak bisa wira-wiri untuk jemput Kinan. Jadi, harus minta bantuan Kakung-Uti atau Pakde-Bude buat pegang Kinan sampai saya pulang. Hm.

Yang Perlu Diketahui atau Ditanyakan ke Sekolah

Administrasi. Ini penting, karena ya disesuaikan dengan kemampuan dan budget kita. Jadi, kalau saya, hal ini yang perlu diketahui di awal, supaya juga bisa tahu dengan membayar sekian, apa saja fasilitas yang didapatkan. Misalnya bayarnya mahal, tapi kok fasilitasnya B aja, ya skip. Nggak worthy gitu. Jangan lupa hitungan soal transportnya ya, misal agak jauh dari rumah, harus pakai antar jemput, atau pake gojek, gocar, dsb. Ini aku masukin ke biaya lain-lain di suatu sekolah.

Waktu belajar. Maksudnya jam belajar, kapan masuk dan kapan pulang sekolah. Ada sekolah (playgroup) yang reguler, half day, dan full day. Nahlo bingung ga tuh! Reguler sih dari yang aku sempet cari tahu, sampai jam 10 atau 11 siang, half day sampe jam 12 atau 12.30 gitu, nah kalau full day ya sampai sore, jam 17.00 kalau nggak salah. Ada juga sekolah yang disiplin dan on time banget. Masuk jam 7.30, ya tet jam segitu mulai kegiatan belajar mengajarnya, tapi ada juga yang santai dan fleksibel, nunggu anak-anak ngumpul semua baru dimulai.

Materi dan kegiatan sekolah. Soal ini, lebih ke kurikulumnya, biasanya ada sekolah Islam, nasional, internasional, terus ada juga yang pakai montessori, gitu. Terus juga soal kegiatannya, ada yang pakai makan siang, ada yang enggak. Apalagi ya soal ini masing-masing bisa ditanyakan lebih detail tergantung kurikulum sekolahnya.

Guru kelas dan Kepala Sekolah. Buat saya, ini penting. Penting banget malahan. Harus kenal, kenal ya bukan cuma sekedar tahu aja. Rutin ngobrol, ngobrolin yang bermanfaat, soal perkembangan atau kalau ada hambatan soal Kinan di sekolah. Bisa soal materi dan kegiatan sekolah juga, jadi bisa di review lagi di rumah, buat pancingan Kinan ceritain ulang ke saya. Kontak dan nomoh whatsapp juga penting dimiliki, untuk komunikasi atau bisa juga kalau sewaktu-waktu ada hal atau info yang urgent bisa cepet dikabari.

Hak dan Kewajiban sebagai wali murid. Ini juga saya tanyakan sewaktu mendaftar dan diwawancara dengan pihak sekolah. Selain wajib secara admnistrasi, wali murid juga punya kewajiban untuk turut serta mendukung kegiatan dan acara yang diadakan sekolah, misalnya acara parenting, outing, kegiatan ekstra atau juga semacam komite sekolah. Sekolah juga meminta wali murid untuk turut serta mengajarkan apa yang sudah diajarkan di sekolah, supaya nyambung gitu lho. Jangan sampai sekolah mengajarkan untuk membuang sampah di tempat sampah, tapi di rumah orang tuanya buang sampah sembarangan. Duh!

Beberapa hal detail tambahan lainnya seperti: Apa goals nya dari playgroup ini. Misalnya seteah lulus playgroup minimal anak-anak bisa hafal berapa surat pendek, atau apa. Ada sekolah yang santai banget, yang penting anaknya enjoy dulu, seneng dulu. Ada yang menekankan sosialisasi dan kemandirian juga. Beda-beda tiap sekolah. Terus juga misalnya gimana soal pendidikan seks usia dini di sekolah. Seperti apa penyampaiannya, dan sebagainya.

Tips Masuk Sekolah Tanpa Drama

Yang namanya sekolah ini bisa dipastikan akan ada banyak drama. Jadi, susah kalau menghilangkan sama sekali, kita cuma bisa mengurangi, meminimalisir drama yang kemungkinan terjadi, ya tho?

Untuk postingan kali ini, ada tips dari saya untuk menghindari drama pertama kali masuk sekolah. Banyak kan cerita atau yang kita suka lihat sendiri, anak-anak yang nangis sampai heboh dan bikin ibunya nggak tega, kadang malah bikin trauma yang nganterin juga. Jadi berasa kayak mau nyiksa anak huhu padahal nggak begitu juga. Karena, banyak faktor sebenarnya kenapa anak bersikap seperti itu, bisa jadi karena merasa cemas dengan lingkungan baru. Bisa juga ada ketakutan berpisah dengan pengasuhnya (ibu, atau siapapun). Kalau ini bisa sedini mungkin dihindari dengan attachment parenting, saya pernah nulis juga soal AP di sini.

Pakai sepatu sendiri

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan anak sekolah, jadi drama hari pertama masuk sekolah bisa dihindari.

  1. Anak betul-betul tertarik dan sudah ingin sekolah. Pastikan juga usia dan perkembangannya sesuai dengan calon kelasnya.
  2. Anak diberi gambaran bahwa sekolah itu menyenangkan. Bisa dibuat simulasi atau role play di rumah.
  3. Menepati janji tidak terlambat menjemput sekolah. Ini penting! Supaya anak yakin dan percaya kita akan kembali lagi untuk menjemput.
  4. Memperkecil gap dengan sekolah, dengan cara mulai membiasakan anak mandiri, mengenalkan aturan-aturan seperti di sekolah, jadi anak terbiasa mendengar dan menaati aturan.
  5. Biarkan anak memilih perlengkapan sekolah (tas, sepatu, kaos kaki, dll) dan ikut menyiapkan malam sebelum berangkat sekolah. Supaya merasa dilibatkan dan juga menjaga semangatnya.
#TerserahKinan

Sejujurnya saya nggak yakin juga dengan tips ini. Haha Tapi kurang lebih itu yang saya terapkan ke Kinan kemarin. Boleh ditambahkan kalau ada yang punya tips juga ya haha. Kayaknya akan ada postingan lanjutan soal sekolah, karena seperti yang saya bilang tadi, akan ada banyak drama di sekolah! Selamat menikmati.

Love, ky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *